Ya aku bisa jamin aku tak apa, karena aku sudah (mencoba untuk) terbiasa selama 4 bulan terakhir ini..

Perihal kamu yang membiarkan semuanya seperti ini.Perihal kamu yang mematahkan lalu seolah tak peduli. Kupikir setelah aku memilih untuk pergi. Aku akan bisa belajar membuka hati. Karena sekeras apapun aku berusaha menemukan lagi cerita kita. Segalanya terlihat percuma. Karena bagimu lebih baik melepaskan daripada memperjuangkan agar tetap bersama. Karena yang kudapati adalah aku yang semakin … More

Terkadang, aku ingin sekali tiba-tiba meninggalkanmu, seperti kamu meninggalkanku.  Aku ingin melupakanmu,  Aku mau—sekali-sekali saja—kamu yang merindukan aku.  Tapi mustahil, ya?  Kalau pada akhirnya aku yang pergi, kamu juga tidak akan berusaha mencari. Kalau aku berhasil lupa, kamu juga tidak akan perduli. Kamu tidak akan pernah merindukan aku, seperti aku merindukan kamu.  Aku sadar,  Karena hanya … More

Kau hanya Pembunuh Waktu

Lihatlah dirinya, tanpamu dia baik-baik saja. Tanpamu dia bahagia. Kau sendiri tahu betapa sering dirinya pergi dan tertawa debgan orang-orang baru setelah tak lagi denganmu. Apakah kau sadar?  Bahwa kehilanganmu, ia tak apa. Bahwa ditinggalkanmu, ia tak kesepian Tak ada barang darimu di kamarnya. Tak ada satupun foto tentangmu di ponselnya. Yang ada hanya senyum … More Kau hanya Pembunuh Waktu

Pamit.

hai luka,sudah lama rasanya aku mendekam di sini bersama kamu sekian waktu berlalu sekian purnama berganti cukup sudah rasanya aku belajar banyak darimu belajar tentang kecewa belajar tentang sepi belajar tentang melepaskan belajar tentang merelakan maka itu luka, aku berterima kasih untuk pelajaran berharganya aku pamit —ancilladiska, Undur diri dan pergi dari sini

“H o m e”

pulang,ke tempat kamu bisa meluruhkan air mata sejadi-jadinya ke tempat kamu bisa mengeluarkan tawa sebebas-bebasnya pulang, ke hati yang menenangkan ke pundak yang menguatkan ke lengan yang menghangatkan ke mata yang menenduhkan pulang, pada kata pada aksara pada huruf-huruf yang sempat mati dihidupkan kembali dijiwai kembali oleh ragamu yang masih berlari pulang, ke mana pun … More “H o m e”

Goodluck.

[ 16:21 ] Aku tidak pernah berfikir untuk mencari pengganti kamu ber, sama sekali enggak. Aku ga juga ga pernah mencoba untuk menghilangkan rasa sayang aku ke kamu. Aku ga pernah juga benci sama kamu setelah apa yang kamu lakuin ke aku. Ga pernah. Bahkan yang tau ceritanya aja bilang seharusnya aku benci banget ke … More Goodluck.

Tidak. Kita tidak berpisah.
Aku yang mempertahankanmu mati-matian, sedangkan kau yang mencoba melepaskan dengan berbagai alasan. Jangan tanya kenapa kita sekarang seperti ini.
Tanyalah kenapa saat itu hanya aku saja yang berjuang.

Patah Hati Biasa Saja

Patah hati itu biasa saja. 
Paling-paling telepon genggammu mendadak sepi. Tidak ada pesan yang setiap saat datang. Tidak ada telepon yang masuk bertanya, “lagi apa, sayang?”  Patah hati itu biasa saja. 
Paling-paling hatimu terasa sepi. Tidak ada yang memperhatikan keseharian. Tidak ada yang sekedar mengingatkan jangan sampai terlambat makan.  Patah hati itu biasa saja. 
Paling-paling … More Patah Hati Biasa Saja

Melepas.

[ 7 Mei 2017] Sudah beberapa hari semenjak aku diberitau oleh teman temanku jika kamu sudah punya pacar baru. Ya, pacar baru. Kali ini kamu bene benar sudah jadian dengannya. Selamat ya, selamat untuk kamu yang sudah berhasil melepasku (lagi) dengan mudahnya, dan selamat untuk pacarmu-yg-ku-tau-namanya-tp-tidakmau-kusebut. Selamat sudah mendapatkan dia, yang sampai saat ini masih … More Melepas.