Perihal kamu yang membiarkan semuanya seperti ini.Perihal kamu yang mematahkan lalu seolah tak peduli.

Kupikir setelah aku memilih untuk pergi.

Aku akan bisa belajar membuka hati.
Karena sekeras apapun aku berusaha menemukan lagi cerita kita.

Segalanya terlihat percuma.

Karena bagimu lebih baik melepaskan daripada memperjuangkan agar tetap bersama.

Karena yang kudapati adalah aku yang semakin terluka.
Mengingatmu, adalah tentang harapan palsu.

Tentang seseorang yang seolah ikut berada di dalam semestaku.

Tapi nyatanya kamu enggan menjadi bagian dari hidupku.

Membuatku menyadari sekali lagi ternyata aku keliru.
Dulu aku mencintaimu dengan logika.

Berharap segalanya bisa kuterima.

Saat ini pun masih sama

Akal sehatku tak bisa bekerja.
Aku nyatanya masih menunggu.

Berharap kamu menyadari kepergianku.

Aku nyatanya masih menanti.

Berharap kamu sedikit saja peduli.
Terlalu lama aku membiarkan diriku kelelahan.

Menggantungkan harapan yang terlalu berlebihan.

Bahkan sampai hilang seluruh kewarasan.

Kamu masih menjadi seseorang yang tak bisa kulupakan.
—SatuHuruf,

Menunggu sedikit saja pedulimu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s