Terkadang, aku ingin sekali tiba-tiba meninggalkanmu,

seperti kamu meninggalkanku. 
Aku ingin melupakanmu, 

Aku mau—sekali-sekali saja—kamu yang merindukan aku. 
Tapi mustahil, ya? 
Kalau pada akhirnya aku yang pergi, kamu juga tidak akan berusaha mencari.

Kalau aku berhasil lupa, kamu juga tidak akan perduli.
Kamu tidak akan pernah merindukan aku, seperti aku merindukan kamu. 
Aku sadar, 
Karena hanya aku yang berjuang, 

hanya aku yang berusaha. 
Karena sejak awal, 

hanya aku yang jatuh cinta. 
—renaisenancess,

dilema antara logika dan perasaan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s